Mengawal Aturan Main Demokrasi
Jejak Advokasi Perludem Mendorong Pembaruan UU Pemilu
Buletin edisi khusus ini kembali mengenai kerja-kerja Perludem bersama masyarakat sipil dalam memperkuat demokrasi dan kepemiluan. Edisi khusus kali ini membahas bagaimana advokasi dilakukan dan diupayakan, edisi ini menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai gagasan, kegiatan, dan proses yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus merefleksikan tantangan yang masih dihadapi dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
Salah satu bagian utama dalam edisi ini adalah kerja advokasi pembaruan UU Pemilu bersama Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kodifikasi UU Pemilu. Berangkat dari evaluasi Pemilu 2024 dan berbagai hasil riset, kerja tersebut berkembang menjadi proses panjang untuk merumuskan usulan pembaruan regulasi dan membawanya ke berbagai ruang kebijakan. Pertemuan dengan penyelenggara pemilu, kementerian, partai politik, pemerintah daerah, Mahkamah Konstitusi, media, serta berbagai kelompok masyarakat menjadi bagian dari upaya memperluas percakapan mengenai masa depan hukum pemilu.
Selain itu, edisi ini memuat berbagai kerja lain yang tidak kalah penting. Mulai dari pendidikan demokrasi, pembahasan alternatif sistem pemilu, hingga upaya mendorong ruang politik yang lebih aman. Kami juga melihat perkembangan teknologi, khususnya penggunaan kecerdasan buatan dalam pemilu, sebagai tantangan baru yang perlu dipahami dan diantisipasi bersama.
Berbagai tulisan dalam edisi ini menunjukkan bahwa kerja memperkuat demokrasi memiliki banyak bentuk dan berlangsung di berbagai ruang. Riset, diskusi, pendidikan, advokasi, maupun pengawalan kebijakan merupakan bagian dari proses yang saling berkaitan. Melalui edisi khusus ini, kami berharap pembaca dapat mengikuti sekaligus melihat lebih dekat perjalanan kerja-kerja tersebut, termasuk gagasan dan refleksi yang menyertainya.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari proses ini.
Selamat membaca.
