Diskusi dan paparan simulasi sistem pemilu bersama partai politik, Jakarta (22/07)

Perludem bersama International IDEA menggelar diskusi dan paparan hasil simulasi sistem campuran bersama partai politik di Jakarta (22/07). Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara tim penyusun simulasi dan perwakilan partai politik untuk mendiskusikan desain serta hasil simulasi sebagai salah satu alternatif reformasi sistem pemilu di Indonesia. Forum tersebut sekaligus menghimpun pandangan awal dari partai politik mengenai peluang maupun tantangan penerapan sistem tersebut.

Direktur Eksekutif Perludem, Heroik M. Pratama menjelaskan bahwa simulasi MMP merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembahasan reformasi sistem pemilu yang berbasis bukti. Simulasi tersebut menggunakan data kependudukan dan hasil Pemilu 2024 untuk memberikan gambaran mengenai kemungkinan distribusi kursi apabila Indonesia menerapkan sistem pemilu campuran.

Senior Programme Manager of International IDEA’s, Adhy Aman menjelaskan, setiap sistem pemilu memiliki kelebihan dan keterbatasan sehingga tidak ada satu sistem yang dapat dianggap paling ideal untuk seluruh negara. Oleh karena itu, perancangan sistem pemilu perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta konteks politik masing-masing negara.

Metodologi penyusunan simulasi dilakukan menggunakan data sensus penduduk 2020 dan hasil Pemilu 2024. Penyusunan tersebut juga mempertimbangkan berbagai aspek, seperti realokasi kursi, pembentukan daerah pemilihan, mekanisme konversi suara menjadi kursi, hingga pengujian sejumlah skenario ambang batas parlemen. Hasil simulasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi berbagai alternatif desain sistem pemilu di Indonesia.

Diskusi dan paparan simulasi sistem pemilu bersama partai politik, Jakarta (22/07)

Secara umum, perwakilan partai mengapresiasi simulasi dan hasil kajian akademik yang dilakukan Perludem dan International IDEA, karena memperkaya pembahasan reformasi sistem pemilu. Berbagai masukan dan tanggapan juga disampaikan, khususnya terkait desain daerah pemilihan dan alokasi kursi, besaran parliamentary threshold, potensi overhang seats, serta dampak sistem MMP terhadap proporsionalitas hasil pemilu, kompetisi antar partai, dan representasi politik.

Adhy Aman menegaskan, simulasi ini tidak dimaksudkan untuk mendorong penerapan satu sistem pemilu tertentu. Kajian tersebut disusun untuk menyediakan pilihan kebijakan serta konsekuensinya sehingga diskusi mengenai reformasi sistem pemilu dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berbasis data.

Menutup kegiatan, Hadar Nafis Gumay menekankan bahwa pembahasan sistem pemilu perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Menurutnya, tidak seluruh persoalan pemilu dapat diselesaikan hanya melalui perubahan sistem, namun penataan desain sistem pemilu tetap menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang lebih proporsional, representatif, dan sesuai dengan kebutuhan demokrasi Indonesia. []


Ajid Fuad Muzaki
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)