Salah satu temuan mendasar dari buku ini adalah munculnya berbagai inovasi teknologi dan sistem informasi yang dibuat oleh penyelenggara pemilu, tidak selalu sejalan dengan keterbukaan data pemilu. Hadirnya fenomena kebocoran data pemilih yang bertentangan dengan perlindungan data pribadi, adanya akses yang terbatas terhadap data peserta pemilu, ditutupnya biodata diri calon dengan dalih data pribadi, hingga hasil dari sistem informasi rekapitulasi suara yang ditutup, menjadi catatan-catatan persoalan dari kemunduran keterbukaan data pemilu di Indonesia.

Namun, demikian buku ini pada akhirnya memberikan tawaran solusi teknis dan konkret untuk mengembalikan keterbukaan data pemilu di Indonesia salah satunya dengan mekanisme kokreasi antara penyelenggara pemilu dengan masyarakat sipil. Besar harapan buku ini dapat dijadikan sarana perbaikan bagi pengelolaan data dan informasi Pemilu Indonesia ke depan, sehingga mampu menghasilkan proses dan hasil pemilu yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Selamat membaca.

Download Attachments