Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Pendidikan Politik bagi pelajar SMA sebagai bagian dari Akademi Demokrasi untuk memperkuat kesadaran politik dan keterampilan partisipatif generasi muda.

Jakarta, 24 Juni 2026 – Untuk menumbuhkan kesadaran politik dan keterampilan partisipatif generasi muda, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Pendidikan Politik untuk Pelajar SMA di Jakarta pada 24-25 Juni 2026. ToT ini merupakan gelombang pertama dari rangkaian Akademi Demokrasi, program pendidikan non-formal Perludem yang akan menyasar tiga kelompok sasaran: pelajar SMA, mahasiswa, dan guru sekolah.

Pelatihan diikuti oleh 16 pelajar SMA asal Jabodetabek, dengan tetap menjalankan prinsip kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) serta partisipasi yang setara bagi seluruh peserta. Kegiatan ini difasilitasi oleh peneliti Perludem, yang juga menyiapkan kurikulum dan modul pendidikan demokrasi: Pengantar Demokrasi, Aktor Demokrasi, Demokrasi di Ruang Digital, dan Keterampilan Demokratis.

Pada hari pertama, para fasilitator memaparkan empat modul utama kurikulum Akademi Demokrasi secara interaktif melalui diskusi dan simulasi. Setiap sesi ditutup dengan post-test yang menunjukkan tingkat pemahaman peserta rata-rata 83% pada dua sesi pertama, meningkat menjadi 94% pada dua sesi berikutnya.

Seorang peserta memimpin diskusi kelompok saat gilirannya berperan sebagai trainer.

Hari kedua dibuka dengan sesi simulasi mengajar yang merupakan inti dari keseluruhan proses ToT. Peserta secara bergiliran membawakan ulang materi yang telah mereka terima kepada kelompok masing-masing, dengan memerankan diri sebagai trainer bagi teman-temannya. Sesi ini ditutup dengan refleksi bersama dan penyusunan rencana tindak lanjut oleh masing-masing peserta.

Evaluasi akhir program menunjukkan mayoritas peserta menilai substansi materi, penyampaian fasilitator, dan bahan ajar sudah baik dan memadai, dengan sejumlah masukan untuk memperkaya metode pembelajaran pada sesi simulasi mengajar. Hasil evaluasi ini akan menjadi masukan bagi penyempurnaan gelombang ToT berikutnya, yang akan menyasar mahasiswa dan kemudian guru di sekolah.

Sebagai tindak lanjut, Perludem membuka skema beasiswa bagi lulusan untuk mengimplementasikan materi yang telah diterima, serta mengajak mereka menulis opini populer berisi refleksi, pengalaman, atau gagasan aksi demokratis sehari-hari. Tulisan ini akan dipublikasikan melalui Rumah Pemilu dan dihimpun bersama karya gelombang mahasiswa dan guru dalam sebuah buku bunga rampai.

Rangkaian tindak lanjut ini menjadi langkah penting dalam memperluas dampak Akademi Demokrasi Perludem, memastikan pembelajaran yang diterima peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan tumbuh menjadi gerakan pendidikan politik bagi generasi muda hingga ke tingkat akar rumput.

 

M. Iqbal Kholodin
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)