• Post author:
  • Post category:Buku
  • Reading time:2 mins read

Aktivisme Hukum Mahasiswa untuk Reformasi Pemilu

Di tengah stagnasi politik dan ketidakpekaan legislator terhadap kebutuhan reformasi pemilu, mahasiswa hadir sebagai pengingat bahwa republik ini masih memiliki penjaga masa depan. Mereka menempuh jalur yang jarang dipilih: menggugat undang-undang, menantang batas kewenangan negara, dan membuka pintu pembaruan melalui argumentasi ilmiah yang tajam.

Perjalanan mahasiswa di Mahkamah Konstitusi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang membangun budaya konstitusional baru, berupa keberanian warga muda untuk mengawal demokrasi dari ruang mana pun yang mereka miliki. Dengan memindahkan kegelisahan intelektual dari ruang kuliah ke ruang persidangan, mahasiswa menunjukkan bahwa demokrasi tidak dapat bertahan tanpa partisipasi kritis rakyatnya, terutama dari generasi yang akan mewarisi masa depan bangsa.

Buku ini merayakan suara-suara yang sering dianggap kecil, tetapi justru memiliki daya menggugah yang besar. Mengabadikan jejak-jejak keberanian mahasiswa yang menjadikan ilmu hukum sebagai tindakan, bukan sekadar pengetahuan. Mahasiswa yang mengubah rasa gelisah menjadi gerak dan yang percaya bahwa demokrasi hanya akan tumbuh jika dipertahankan oleh mereka yang mencintainya dengan kesungguhan.

Sebuah bacaan tentang harapan, tentang intelektualitas yang berani, dan tentang generasi muda yang memilih untuk tidak diam ketika demokrasi membutuhkan mereka. Buku ini adalah undangan untuk melihat bahwa reformasi hukum pemilu tidak pernah menjadi milik elite semata, tetapi milik seluruh warga negara yang bersedia merawat akal sehat republik.

Download Attachments